Senin, 05 Januari 2009

If your best dream doesn’t want to stopped

Bagaimana jika kita ditemukan dengan pertanyaan yang semacam itu? Pernahkah kita menemukan mimpi bersambung yang membuat kita terjebak dengan kenyamanan yang ada di dalamnya? Ternyata ada sebuah film yang mengangkat tentang tema fantasi ini. Dan kenyataan ini membuatku merasa bahwa yang pernah aku alami ini, mungkin juga dialami oleh orang lain.

Film itu berjudul The Good Night. Diperankan oleh Penelope Cruz (Anna), martin Freeman (Gary), Gwyneth Paltrow (Dara), Danny Devito (Mel) dan Simon Rigg (Paul). Gary yang sedang berada dipersimpangan hidupnya. Karir yang tidak berkembang, Dara-Istrinya yang egois dan lama-kelamaan membuatnya merasa gila, dan sahabat (Paul) yang melaju kencang dalam karir dan cinta, semakin membuat Depresi. Hingga akhirnya ia bertemu dengan seorang wanita (Anna) yang memberikan semua harapan yang ia miliki. Perhatian, pengertian, kasih saying, penghargaan, dengan cara yang cantik, pintar dan sensual secara sempurna. Kenyataannya itu hanya hadir disetiap mimpinya, berlangsung terus menerus setiap malam.

Orang bilang ini film komedi-fantasi-romantis. Seorang Gary harus bisa melepaskan Anna yang selalu hadir dalam mimpinya dengan mencari suatu hal yang sangat berarti dihubungan dirinya dengan Dara agar dapat memenuhi semua kebutuhan hatinya, yang selama ini ia dapatkan hanya dari Anna. Dengan segala cara, bantuan penafsir mimpi modern si Mel, bahkan tips-tips untuk tidur nyenyak pun dipilih hanya karena ingin selalu dapat bermimpi.
Untuk mendapatkan tidur yang berkualitas,
“Do sport, good eat, good bed”.

Tetapi mimpi tetaplah mimpi. Hanya merupakan alam bawah sadar pikiran seorang manusia. Di dalam mimpi pun Anna mengatakan pada Gary,
“ Remember, everything you need to make it great is in you…”

Di akhir cerita, dengan mencoba membuat sebuah lagu romantis untuk Dara, Gary berupaya untuk memperbaiki kualitas hubungan mereka. Walaupun pontang-panting, sampai-sampai membahayakan nyawanya demi usahanya membuat Dara agar mau mendengar lagu yang dia buat.

Mungkinkah mimpi-mimpi yang terjadi itu memang keinginan bawah sadar kita yang tak terwujudkan? Yang menjadi pertanyaan selanjutnya, haruskah kita wujudkan? Atau cukup kita kompensasikan saja?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar