Akhirnya, kami coba juga untuk menulis sesuatu dan di post kan di blog. Aku pernah bertanya sama seorang teman, sebut saja si AA, mengenai nge-blog. Dia bilang, coba aja bikin di sini ato di situ, tapi pada kenyataannya aku malu kalo menggunakan nama asli. So… bagaimana untuk memulai? Pakai nama samaran? Hmm, ya betul pake nama samaran. Cuman nama apa yang bagus ya? Bagus tidak harus keren, menjual, tapi bagus menurutku itu yang bisa menjiwai apa yang mau ditulis. Konyol pun tak apa.
Alhasil, dia malah kasi alternatif nama: Panda Imut. Ntar dikira cewe? Pake imut-imut segala. Okelah aku gendut dan ada cekungan hitam di mata (susah tidur) seperti si Pho Panda di film Kung Fu Panda. Tapi beban mental rasanya jika menyandang nama yang nyerempet tenar seperti itu. Aku takutnya nanti malah kesulitan untuk menulis yang sebebas-bebasnya ngikutin alam liar pikiranku dan 2dua orang saudara kembarku hehehheheh.
Nama yang tidak menjual, mungkin aneh untuk sebagian orang. Aku memilih Sapi Koening sebagai nama samaran. Kenapa harus Sapi? Tanya si AA. Yep… Karena, ternyata dari kecil aku memiliki sifat-sifat sapi, dan ada keterikatan sama sapi. Terlahir di akhir april, pada tahun ayam, aku berarti masuk ke dalam golongan orang yang berzodiak Taurus. Lambangnya adalah lembu jantan. Lembu Jantan terlalu keren bagiku.. toh sama-sama bangsa sapi juga…
Mari kita bahas…. yuk
Sapi, menurut akte kelahirannya di Animal Kingdom dia bernama Bos Taurus. Cocok kan? Pak Linnaeus menetapkan nama ini pada tahun 1758 yang lalu. Sapi adalah hewan ternak dari familia Bovidae dan subfamilia Bovinae. Selain dipelihara untuk bercocok tanah (menarik bajak, dan lain-lain), sapi juga diambil susu dan dagingnya. Sangat bermanfaat kan? Kotorannya pun masih bisa dimanfaatkan, sebagai pupuk tanaman, bahkan jadi bahan perkerasan lantai rumah di Desa Sade, suku Sasak-Pulau Lombok.
Secara mitologi, spesies ini juga punya peran, misalnya di India, Lembu, menjadi hewan yang dikeramatkan. Di Solo, Kerbau Putih yang masih termasuk keluarga Bovidae tapi punya nama Buballus, yang Albino, menjadi hewan yang juga dikeramatkan, kita kenal dengan nama Kyai Slamet.Di Yunani juga ada, wah banyak deh…
Tapi kalo disuruh pilih binatang favorit, sebenernya aku lebih suka Harimau Putih. Ada kesan magis di dalamnya. Saudara kembarku pun setuju. Hanya saja, setelah dipikir2, kok terlalu keren ya. Takut jadi beban. Ya sudah, sapi pun cukup keren menurutku. Aku pernah baca, kalo sapi selalu dapat menentukan arah kutub bumi. Di bawah kesadaran mereka, posisi tubuh akan diposisikan membujur utara-selatan. Hebat kan? Kesimpulan awal, sapi selalu bisa menentukan arah. Makanya mereka selalu dapat pulang ke rumah. Selalu tahu apa yang harus dilakukan, walaupun sederhana, karena otak mereka tidak mampu menyelesaikan yang rumit, tapi mau berusaha dan bekerja keras Biar lamban, tapi pasti. Santai tapi nyampai. Aku banget kan? Hehehhehe… Aku suka sapi.
Sekarang membahas “Koening”. Si AA bilang kenapa tidak emas? Ku bilang emas terlalu luxurious. Ga bersahaja. Karena sapi itu sifatnya ga mau banyak gerak. Duduk, mojok, mengunyah… seperti daun yang diam saja, menua, menguning… ga ada hubungannya ya.
Kuning artinya bisa tua, kotor, pengecut, cerdas, intelektual, masih muda, layu, segar, cahaya, energi.. tergantung dari sudut mana kita memandangnya. Aku paling suka mikir kaya gitu. Bagaimana jika ini dilihat dari sudut pandang yang lain ya? Ternyata menyenangkan…
Jadi, Sapi Koening, mungkin bisa menjadi suatu metafora baru, seperti yang Kambing Hitam misalnya. Heheheheh…
Wira Ing Sapi Koening, artinya adalah; menjadi kesatria yang memiliki karakter sapi koening… Tambah ga jelas kan? Pokoknya, dengan tulisan ini, setidaknya udah membuat kami berani mencoba menulis. Kami ngga perduli kualitasnya bagaimana? Pokoknya tulis saja dulu. Wajar jika norak, wajar jika ngawur, namanya juga masih pemula. Yang jangan sampai hilang, keinginan menulis ini. Banyak penulis yang mengatakan bahwa, kesulitan menulis itu ada pada awalnya. Let see………..
Start…!!!!
Alhasil, dia malah kasi alternatif nama: Panda Imut. Ntar dikira cewe? Pake imut-imut segala. Okelah aku gendut dan ada cekungan hitam di mata (susah tidur) seperti si Pho Panda di film Kung Fu Panda. Tapi beban mental rasanya jika menyandang nama yang nyerempet tenar seperti itu. Aku takutnya nanti malah kesulitan untuk menulis yang sebebas-bebasnya ngikutin alam liar pikiranku dan 2dua orang saudara kembarku hehehheheh.
Nama yang tidak menjual, mungkin aneh untuk sebagian orang. Aku memilih Sapi Koening sebagai nama samaran. Kenapa harus Sapi? Tanya si AA. Yep… Karena, ternyata dari kecil aku memiliki sifat-sifat sapi, dan ada keterikatan sama sapi. Terlahir di akhir april, pada tahun ayam, aku berarti masuk ke dalam golongan orang yang berzodiak Taurus. Lambangnya adalah lembu jantan. Lembu Jantan terlalu keren bagiku.. toh sama-sama bangsa sapi juga…
Mari kita bahas…. yuk
Sapi, menurut akte kelahirannya di Animal Kingdom dia bernama Bos Taurus. Cocok kan? Pak Linnaeus menetapkan nama ini pada tahun 1758 yang lalu. Sapi adalah hewan ternak dari familia Bovidae dan subfamilia Bovinae. Selain dipelihara untuk bercocok tanah (menarik bajak, dan lain-lain), sapi juga diambil susu dan dagingnya. Sangat bermanfaat kan? Kotorannya pun masih bisa dimanfaatkan, sebagai pupuk tanaman, bahkan jadi bahan perkerasan lantai rumah di Desa Sade, suku Sasak-Pulau Lombok.
Secara mitologi, spesies ini juga punya peran, misalnya di India, Lembu, menjadi hewan yang dikeramatkan. Di Solo, Kerbau Putih yang masih termasuk keluarga Bovidae tapi punya nama Buballus, yang Albino, menjadi hewan yang juga dikeramatkan, kita kenal dengan nama Kyai Slamet.Di Yunani juga ada, wah banyak deh…
Tapi kalo disuruh pilih binatang favorit, sebenernya aku lebih suka Harimau Putih. Ada kesan magis di dalamnya. Saudara kembarku pun setuju. Hanya saja, setelah dipikir2, kok terlalu keren ya. Takut jadi beban. Ya sudah, sapi pun cukup keren menurutku. Aku pernah baca, kalo sapi selalu dapat menentukan arah kutub bumi. Di bawah kesadaran mereka, posisi tubuh akan diposisikan membujur utara-selatan. Hebat kan? Kesimpulan awal, sapi selalu bisa menentukan arah. Makanya mereka selalu dapat pulang ke rumah. Selalu tahu apa yang harus dilakukan, walaupun sederhana, karena otak mereka tidak mampu menyelesaikan yang rumit, tapi mau berusaha dan bekerja keras Biar lamban, tapi pasti. Santai tapi nyampai. Aku banget kan? Hehehhehe… Aku suka sapi.
Sekarang membahas “Koening”. Si AA bilang kenapa tidak emas? Ku bilang emas terlalu luxurious. Ga bersahaja. Karena sapi itu sifatnya ga mau banyak gerak. Duduk, mojok, mengunyah… seperti daun yang diam saja, menua, menguning… ga ada hubungannya ya.
Kuning artinya bisa tua, kotor, pengecut, cerdas, intelektual, masih muda, layu, segar, cahaya, energi.. tergantung dari sudut mana kita memandangnya. Aku paling suka mikir kaya gitu. Bagaimana jika ini dilihat dari sudut pandang yang lain ya? Ternyata menyenangkan…
Jadi, Sapi Koening, mungkin bisa menjadi suatu metafora baru, seperti yang Kambing Hitam misalnya. Heheheheh…
Wira Ing Sapi Koening, artinya adalah; menjadi kesatria yang memiliki karakter sapi koening… Tambah ga jelas kan? Pokoknya, dengan tulisan ini, setidaknya udah membuat kami berani mencoba menulis. Kami ngga perduli kualitasnya bagaimana? Pokoknya tulis saja dulu. Wajar jika norak, wajar jika ngawur, namanya juga masih pemula. Yang jangan sampai hilang, keinginan menulis ini. Banyak penulis yang mengatakan bahwa, kesulitan menulis itu ada pada awalnya. Let see………..
Start…!!!!
sip deh
BalasHapusayo mulai...:D